Loading...

Memetik Kebahagiaan Setelah Kesusahan, Resensi dari Buku “The Power of Frustration”

Saturday, July 20, 2019 Add Comment

Oleh : Anisatul Mahmudah

Identitas Buku


Judul buku           : The Power of Frustration (Kekuatan Dahsyat Frustrasi untuk Meraih Kesuksesan)
Penulis                 : Zishak K. Naen
Editor                  : Nur Kholis
Penerbit               : Araska Yogyakarta
Cetakan               : Pertama
Tahun terbit         : Maret 2015
Dimensi               : 14 x 20,5 cm
Jumlah halaman   : 208 halaman
Ikhtisar
Setiap insan yang hidup di dunia ini pasti memiliki keinginan atau cita-cita, banyak hal yang secara optimis dan kerja keras harus diraih dan diwujukan. Apalagi sudah dihinggapi api semangat yang kuat dengan berbagai tujuan seperti membahagiaan orang sekitar, mencari ketenaran, mencari jabatan, persaingan bisnis, kerja target proyek perusahaan, hingga untuk menjadi orang bermanfaat bagi nusa bangsanya. Namun, tak semua rencana dan bayangan itu terjadi secara mulus. Berbagai hambatan hingga cobaan dalam setiap tujuan hidup turut mendampingi kita. Apalagi ketika hambatan untuk mewujudkannya yaitu yang sering kita sebut sebagai kegagalan bertubi-tubi menghampiri, maka rasa galau ataupun khawatir berkunjung tak henti.
Tak sedikit dari orang-orang di dunia ini mengalami kegalauan yang sangat mendalam, maka akan berimpas pada kesehatan fisik yang mulai menurun. Kata-kata frustrasi inilah yang menjadi kata terpenting dalam pembahasan buku ini. Secara garis besar buku ini membahas tentang pengolahan dimensi frustrasi yang beragam dibahas lengkap dengan cara mengatasi frustrasi hingga kekuatan yang muncul setelah seseorang mengalami rasa frustrasi. Frustrasi tidak melulu menjadi pandangan dari sikap negatif, namun frustrasi adalah modal kemunculannya sikap positif serta rasa percaya diri yang baru. Sampai pada motivasi-motivasi yang dilontarkan untuk tetap hidup dalam ruang kebahagiaan dan dibalut dalam suasana yang positif.
Pemaparan dalam pendahuluan menjelaskan bahwa tahapan sejarah kehidupan manusia memiliki bentuk dari keadaan genting yaitu kekecewaan, amarah, kerisauan, ketakutan, atau duka nestapa yang teramat dalam. Menghadapi bermacam-macam kesulitan dan rangkaian masalah terbagi menjadi dua kelompok, yang masing-masing menempuh sistem penanganan yang berbeda.
Frustrasi berasal dari bahasa Latin “frustratio” adalah perasaaan kecewa atau jengkel yang meruyak dalam diri seseorang akibat gagal meraih tujuan. Frustrasi sebagai sumber kekuatan bisa menjadi sarana yang berharga bagi kita untuk mencapai apa yang kita dambakan. Frustrasi dapat menjadi alat yang penting dalam meraih sejumlah prestasi yang besar dan mendapatkan hasil yang tak terbayangkan sebelumnya. Frustrasi memberikan kita ruang untuk beristirahat sejenak, melakukan evaluasi dan instrospeksi atas apa yang kita perbuat sebelumnya menjadikan kita mafhum dan tercerahkan.
 “Sebuah tujuan dan kecerdasan yang tinggi dikaruniakan kepada kita melalui rencana yang bertahap”, begitulah kata-kata Isaac B. Singer yang dibubuhkan pada bagian ke-4 dalam buku ini. Menjelaskan bahwa kita harus memiliki sifat SMART dan melalui tahapan-tahapan yang berproses. Tak semerta-merta muncul seketika tanpa proses yang menjadikan perjuangan meraih kesuksesan. Tak hanya itu, pengucapan positif menuju tujuan awal merupakan afirmasi yang menjadi modal benih kebahagiaan kita. Pembahasan berikutnya tentang fokus, cara pandang, mengidentifikasi, serta menyusun daftar rencana menjadi langkah-langkah dahsyat dalam pembahasan bagian ini.
Secara garis besar dari setengah bagian pertama dari buku ini mengisahkan beberapa contoh kehidupan bahwa frustrasi adalah sumber kekuatan, yang mana dapat diubah menjadi sesuatu yang bernilai dan mendorong kita membangkitkan sebuah tujuan serta visi hidup. Sikap optimis yang terus disulut bagaikan api merupakan bagian si penulis dalam mengupas sikap diri seseorang. Kemudian untuk setengah bagian terakhir adalah langkah-langkah berikutnya dalam penyulapan sikap frustrasi menjadi sebuah sikap positif, optimis, yang merujuk dalam pintu kesuksesan serta kebahagiaan. Setiap orang memiliki kekuatan alam bawah sadar, untuk mengaktifkannya, Brian Tracy memiliki 10 langkah dahsyat agar terhindar dari frustasi. Masih banyak lagi tokoh-tokoh dunia yang menjadi sumber referensi sekaligus motivator ulung yang berperan dalam buku ini.
Terakhir yang unik adalah tertawa, memaafkan, mencintai dan bersyukur. Terlihat sekilas pun pembahasan ini sungguh menawan. Karna tertawa, fisik dan organ tubuh menjadi sehat. Apalagi kekuatan memaafkan seseorang adalah kunci yang hanya dimiliki oleh orang yang kuat. Hanya orang yang lemah yang tidak bisa memaafkan diri sendiri ataupun orang lain. Hingga pada akhirnya tujuan hidup kita adalah membahagiakan orang-orang yang kita cintai. Begitu amazing-nya kata cinta bagi kehidupan seseorang. Namun, cinta pun harus diikuti oleh rasa syukur yang luar biasa. Karna dengan rasa syukur kita menjadi insan yang selalu tenang dan damai dalam menikmati kehidupan di dunia. Alangkah rumitnya bagi orang yang tidak pernah bersyukur, karena hidupnya selalu dirundung oleh kesilauan dan kedengkian terhadap sesama dalam meraih dunia.
Kelemahan
Setiap orang pasti memiliki kelemahan atau kekurangan. Kenapa saya menuliskan kelemahan terlebih dahulu dalam resensi ini, karena sama halnya dalam buku ini, bahwa rasa frustrasi yang termasuk dalam kelemahan seseorang menjadi modal awal terbangkitkannya kebahagiaan dan optimisme. Buku “The Power of Frustration” ini terlalu banyak menampilkan kata-kata motivator dunia, seolah-olah buku ini hanya menjadi kumpulan dari buku-buku tokoh dan bukan murni dari gagasan sang penulis. Banyak kesalahan penulisan terutama dalam kata. Seperti kata “pezngembangan” pada halaman 160, lalu kata “melangah” pada halaman 159, kemudian kata “mnejadi” pada halaman 44. Terdapat pula pengulangan kata “mau” pada halaman 140, dan pengulangan kata “segala” pada halaman 152.
Keunggulan
Secara keseluruhan buku “The Power of Frustration” ini memiliki tinjauan psikologi dan kesehatan. Sungguh semakin mantap ketika keilmuan ranah psikologi dikaji dengan menghadirkan banyak tokoh ilmuan terpopuler dunia. Keilmuan kesehatan atau medis pun selalu ditampilkan secara detail yang membuat pembaca betah dan larut dalam petunjuk yang meyakinkan ini. Dilihat dari isi keseluruhan buku ini sungguh fleksibel, karena pembaca tidak dituntut untuk secara runtut membaca dari awal hingga akhir. Namun lebih cenderung kepada cara mengubah pola pikir seseorang yang berpandangan keliru selama ini. Penulis menyajikan kata-kata yang sungguh harmonis bak novel realistis, dengan bahasa yang memiliki visualisasi yang tinggi dengan menuntun pembaca supaya melihat kacamata positif dalam setiap sisi kehidupan.

Tak hanya referensi keilmuan barat saja, namun beberapa ayat-ayat suci Al-Qur’an juga dilengkapi sebagai keistimewaan  dan spiritualitas yang tinggi. Kemudian ditambah lagi praktek langsung dalam lembaran buku untuk pembaca lebih mengaktualisasikan dirinya dalam membuat sebuah tujuan, visi hidup, dengan mencontohkan tabel daftar rencana. Keluasan dalam penulisan yang bersumber dari pustaka pun terintegrasi dan terpadu dalam satu urutan yaitu psikologi, kesehatan, motivasi, dan spiritual.
Kesimpulan dan Saran
Buku ini sungguh luar biasa bagi semua kalangan. Bukan hanya orang yang sedang frustrasi yang patut membaca buku ini, namun orang-orang yang ingin meningkatkan rasa percaya diri, berani bertindak, hingga kunci kebahagiaan dan kesuksesan dapat langsung dipetik setelah kita mengolah kesusahan yang ternyata sungguh bernilai tinggi. Semoga penulis dapat menghadirkan buku-buku yang lebih dahsyat terutama dalam hal motivasi dan psikologi. Amin.

Contoh Proposal Seminar Kewirausahaan Santri

Sunday, May 26, 2019 Add Comment

Contoh Proposal Seminar Kewirausahaan Santri. Hallo sahabat coretan pena, kabar baik ni buat kalian karena admin akan share kepada kalian tentang Contoh Proposal Seminar Kewirausahaan Santri. Harapannya contoh proposal seminar kewirausahaan ini bisa bermanfaat bagi kalian terutama yang mau mengadakan seminar kewirausahaan dengan tema santri.
Sumber : Pixabay
A. LATAR BELAKANG
ASEAN Economic Comunity (AEC) yang lebih dikenal dengan sebutan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), adalah suatu bentuk integrasi ekonomi ASEAN dalam sistem perdagangan bebas antara negara-negara ASEAN. Dengan dibentuknya MEA diharapkan akan membentuk ASEAN sebagai  pasar dan basis produksi tunggal dan membuat ASEAN  lebih dinamis dan kompetitif dengan mekanisme perdagangan bebas.

Sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar, Indonesia menjadi salah satu negara yang paling disorot di ASEAN, jumlah penduduk diatas 240 juta jiwa, Indonesia dinilai akan menjadi pasar yang sangat menggiurkan bagi produk negara ASEAN. Dalam kondisi seperti ini, tidak ada pilihan lain bagi Indonesia untuk bertarung agar pasar yang menggiurkan ini tidak menjadi ladang mencari keuntungan produk dari negara lain. Tentunya harus disiapkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, skillfull, dan siap bersaing ditengah persaingan kualitas dan kuantitas produksi yang sangat ketat. Inovasi dan kreasi akan menjadi kunci keberhasilan Indonesia dalam menghadapi MEA.

Begitu pula apabila kita melihat kenyataan bahwa indonesia sebagai negara yang mayoritas penduduknya beragama islam tidak terlepas dari peran pesantren dan madrasah diniah yang sumbangannya sangat signifikan. Maka pesantren dan madin memiliki potensi untuk bisa menjadikan Indonesia siap menghadapi MEA.

Secara historis bisa dilihat bahwa keberadaan pesantren di Indonesia memiliki peranan yang cukup besar dalam membantu pekerjaan pemerintahan menyelesaikan persoalan masyarakat. Dimana pesantren terlibat tidak hanya dalam persoalan keagamaan juga dalam hal sosial kemasyarakatan. Peran strategis pesantren ini dalam perjalanannya kemudian semakin signifikan terutama dalam mencitrakan sebuah komunitas muslim yang mengarifi nilai-nilai lokal (local values/wisdom) dengan tetap berpijak pada universalitas ajaran islam (Islamic universal values).  Data pendis kemenag RI tahun 2011-2012 bahwa ada sekitar 27.230 pesantren di nusantara yang setiap harinya melayani kepentingan umat islam dengan kategori pesantren salafiyah (14.459/53,10%), khalafiyah/ashriyah (7.727/28,38%), dan kombinasi (5,044/18,52%). Berdasarkan data tersebut, kita tak bisa memandang sebelah mata atas keberadaan pesantren itu sendiri di Indonesia dengan segala peran sosial agamaya.

Seperti telah di urai di atas bahwa keradan MEA (masyarakat ekonomi asea)menjadi era baru di Negara-negara ASEAN terutama dalam hal ekonomi. Namun masalahnya, bukan semata efek ekonomi yang akan dirasakan tapi juga pada efek-efek lainnya. Efek sosial dan budaya antar juga Negara imbasnya. Akhirnya batas-batas satu Negara dengan Negara lainnya akan menjadi kabur, melebur dalam satu kawasan. Disinilah kita lalu berpikir dan mesti menakar peran dan kesiapan pesantren dalam hal ini. 

Merujuk pada hasil analis world Economic Forum terkait dengan kesiapan Indonesia menghadapi MEA, bahwa memburuknya kinerja ekspor Indonesia bukan di sebabkan oleh Demand Side (sisi permintaan). Buruknya daya saing industri di tingkatkan Micro itu adalah (1) buruknya infrastruktur (2) buruknya institusi dan kelembagaan pemerintah dan swasta terkait dengan pelayanan public, (3) Inefesiensi pasar barang industry, (4) pendidikan dan keahlian tenaga kerja yang belum memadai, (5) efisien pasar tenaga kerja yang rendah, (6)rendahnya kemampuan perusahaan untuk mengadopsi teknologi baru, (7) perkembangan pasar keuangan yang belum mendorong perkembangan industry, dan (8) rendahnya inovasi dan penerapan teknologi tinggi yang efisien.

Dari berbagai analisa world Economic Forum di atas, maka beberapa poin yang perlu direfleksikan oleh pihak pesantren, sebagai sebuah pembenahan, adalah sebagai berikut:
1.    Pada sisi pendidikan dan keahlian tenaga kerja (education and human resources).
2.    Pada sissi kelembagaan (institutional capacitiy building)

Dengan menakar dua persyaratan di atas, di harapkan pesantren pemilik peran yang lebih maksimal, dimana ia bukan semata ia jadi penonton terhadap sirkulasi perdagangan bebas ASEAN tapi juga dapat menjadi pelaku di kawasan tersebut.

B. TUJUAN SEMINAR KEWIRAUSAHAAN
1.    Menakar kesiapan Pesantran dan Madrasah Diniyah dalam menghadapi MEA.
2.    Sosisoalisai kepada khalayak umum tentang UU PMP.

C. TEMA KEGIATAN SEMINAR KEWIRAUSAHAAN

Dalam seminar Santri Prenuership ini kami mengambil tema : “Pemberdayaan Pesantren dan Madrasah Diniyah dalam Kemandirian Ekonomi Menghadapi MEA dan Menyambut UU PMP”

D. BENTUK KEGIATAN SEMINAR KEWIRAUSAHAAN

(1)  Seminar Santri Preunership
Kegiatan seminar dalam rangka menakar kesiapan Pesantren dan Madrasah Diniyah dalam mengahadapi MEA dan mensosialisasikannya kepada masyarakat luas, akademisi dan kalangan stake holder di Banjarnegara terkait UU PMP. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari motivator bisnis santri –pendiri santri preneurship- dan Anggota DPR RI.

(2) PESERTA SEMINAR
Para peserta seminar ini di targetkan sebanyak 150 orang yang terdiri dari :
a. Pengasuh Pondok Pesantren Se-Banjarnegara
b. Kepala Madrasah Diniyah Se-Banjarnegara.

E. NARASUMBER SEMINAR KEWIRAUSAHAAN

1. Drs. Taufiq R. Abdullah
(Anggota DPR RI Fraksi PKB)
2. Bagus Hernowo
(Motivator Bisnis Santri dan Pendiri Pesantren Preneurship)
3. Moderator : bla bala bala. (Akademisi UIN Bandung)
*tentative

F. WAKTU DAN TEMPAT
Hari                       : Senin, 31 Oktober 2016
Waktu                   : 13.00 WIB - Selesai
Tempat                 : RM. Saung Bu Mansur

G. SUSUNAN PANITIA
Susunan panitia Seminar Santri Prenuership Sebagaimana Terlampir

H. JADWAL KEGIATAN
Adapun jadwal kegiatan terlampir

I. PENUTUP
Demikian proposal ini kami sampaikan sebagai bahan pertimbangan dalam mempersiapkan pelaksanaan Seminar Santri Prenuership.

Panitia Seminar
Santri Prenuership

Ketua Panitia




Mizanto, M.Pd.I
Sekretaris




Mad solihin, S.Pd.


SUSUNAN PANITIA
SEMINAR SANTRI PRENUERSHIP

Pelindung                  :
Penasehat                  :
Penanggungjawab    :
                        

Ketua                          :
Sekretaris                   :
Bendahara                 :

Seksi – seksi :
Ø  Acara
Koordinator               :
Staff                            :
                                                 
Ø  Dokumentasi
Koordinator               :
Staff                            :
                                     
Ø  Perlengkapan
Koordinator               :
Staff                            :
                                                  
Ø  Konsumsi :
Koordinator               :
Staff                            :
 
Ø  Hubungan Masyarakat
Koordinator               :
Staff                            :

Demikian Contoh Proposal Seminar Kewirausahaan Santri yang bisa admin bagikan, Semoga bermanfaat.

Contoh Pidato Sambutan pada Acara Nuzulul Qur’an

Sunday, May 19, 2019 Add Comment

Contoh Pidato Sambutan pada Acara Nuzulul Qur’an ini kami buat dengan sederhana, padat, jelas dan singkat. Harapannya, Contoh Pidato Sambutan Nuzulul Qur’an ini bisa bermanfaat khusunya pada kalian yang mungkin pertama kali memberikan sambutan dan bingung apa yang mau disampaikan.


Ini penting, lantaran sambutan atau pidato bagi yang tak terbiasa akan terasa gelagapan sehingga admin hadirkan postingan Contoh Pidato Sambutan pada Acara Nuzulul Qur’an ini yang bisa dijadikan acuan. Tentu tidak saklek dan bisa ditambah mamupun dikurangi sesuai dengan kondisi.

Contoh Sambutan Pidato Nuzulul Qur’an ini bisa digunakan untuk ketua panitia, kepala desa ataupun camat. Meski, sederhana semoga postingan tentang Contoh Sambutan Nuzulul Qur’an ini bisa bermanfaat ya. Aamiin

Langsung ke Contoh Pidato Sambutan pada Acara Nuzulul Qur’an aja yuk.
 __________________________________________

Assalamu’alaikum wr wb.

Bismillah, alhamdulillah wassholatu wassalamu ‘ala rosulillah. Wa’ala alihi wasohbihi wama wallah. Walaa haula walaa quwwata illa billah. Ama ba’dah.

Yang kami hormati Bapak Kepala Desa ....
Yang kami hormati Ketua Ta’mir Masjid .....
Yang kami hormati bapak ibu hadirin tamu undangan yang semoga senantiasa dimulyakan oleh Allah Swt.

Pertama dan yang paling utama marilah kita panjatan puji syukur kita kehadirat Allah Swt yang telah melimpahkan nikmat sehat dan sempat sehingga pada malam hari ini kita bisa burkumpul, bermuwajah dalam acara peringatan Nuzulul Qur’an, hari dimana Allah turunkan wahyu berupa Al-Qur’an, tanpa ada halangan apapun.

Sholawat serta salam semoga juga tercurahkan kepada junjungan kita nabi Agung Muhammad Saw. yang telah membawa kita dari jaman jahiliyah menuju jaman islamiyah. Nabi yang kita harapkan syafa’atnya kelak di hari kiamat. Semoga kita semua tergolong umat yang akan mendapatkan syafa’atnya. Aamiin.

Hadirin yang berbahagia!

Pada tanggal 17 Ramadhan Allah turunkan kepada Nabi kita Muhammad Saw, wahyu (Al-Qur’an). Kita sudah mengetahui bahwa Nuzulul Qur’an adalah turunnya Al-Qur’an, yang mana ajaran yang dikandung tersebut menjadi pedoman hidup orang-orang sebelum kita dan sesudah kita sampai akhir zaman.

Di samping Al-Qur’an yang menjadi tuntunan hidup, garis-garis besar Islam adalah hadits nabi Muhammad Saw. Al-Qur’an adalah kitab suci yang merupakan kumpulan firman-firman Allah yang diturunkan kepada nabi Muhammad untuk dijadikan pedoman hidup di dunia menuju hidup yang lebih langgeng yaitu akhirat. Kita sebagai umat islam tidak boleh ragu akan kandungan Al-Qur’an sebab Allah yang menurunkan Al-Qur’an dan Dia pula yang menjaganya dari tangan-tangan jahil manusia. Dalam Al-Qur’an sendiri Allah menyatakan, “Sesungguhnya Kami (Allah) yang menurunkan AL-Qur’an dan sesungguhnya Kami pula yang menjaganya.”

Hadirin yang berbahagia!

Lain halnya dengan kita Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa, Zabur kepada nabi Daud, dan Injil kepada nabi Isa. Keberadaan kitab-kitab tersebut sudah tidak autentik lagi. Sudah tidak murn lagi karena sudah mendapat tambahan dan pengurangan dari umat-umatnya. Terhadap keberadaan kitab-kitab Allah tersebut, (yakni Injil, Zabur dan Taurat) yang sudah kecampuran tangan-tangan jahil tersebut kita tidak boleh mempercayainya, apalagi melaksanakan isinya. Akan tetapi kita harus percaya dan yakin bahwa Allah pernah menurunkan kitab-kitab tersebut kepada nabi Musa, Daud dan Isa as.

Hadirin rohimakumullah!

Dengan peringatan Nuzulul Qur’an ini, hendaknya kita mencontoh dan mencocokkan lagi perilaku kita dengan isi kandungan Al-Qur’an, dengan demikian niscaya kehidupan kita di dunia akan selamat yang pada akhirnya kita semua akan dimasukkan oleh Allah ke dalam syurga-Nya.

Demikian sambutan yang dapat kami sampaikan, semoga ada manfaatnya. Atas segala perhatian kami ucapkan terima kasih dan atas segala kesalahan kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Wassalamu’alaikum wr wb.

Demikian postingan Contoh Pidato Sambutan pada Acara Nuzulul Qur’an yang disusun dari beberapa sumber. Semoga bermanfaat.

Sejarah Singkat Nahdlatul Ulama (NU)

Sunday, March 24, 2019 Add Comment

Sumber Gambar : NU Online
Sejarah Singkat Nahdlatul Ulama (NU)

Keterbelakangan, baik secara mental, maupun ekonomi yang dialami bangsa Indonesia, akibat penjajahan maupun akibat kungkungan tradisi, menggugah kesadaran kaum terpelajar untuk memperjuangkan martabat bangsa ini, melalui jalan pendidikan dan organisasi. Gerakan yang muncul 1908 tersebut dikenal dengan Kebangkitan Nasional. Semangat kebangkitan memang terus menyebar ke mana-mana--setelah rakyat pribumi sadar terhadap penderitaan dan ketertinggalannya dengan bangsa lain, sebagai jawabannya,  muncullah berbagai organisai pendidikan dan pembebasan.


Kalangan pesantren yang selama ini gigih melawan kolonialisme, merespon Kebangkitan Nasional tersebut  dengan membentuk organisasi pergerakan, seperti Nahdlatut Wathan (Kebangkitan Tanah Air) 1916. Kemudian tahun 1918 didirikan Taswirul Afkar atau dikenal juga dengan Nahdlatul Fikri (Kebangkitan Pemikiran), sebagai wahana pendidikan sosial politik kaum dan keagamaan kaum santri. Dari situ kemudian didirikan Nahdlatut Tujjar, (Pergerakan Kaum Sudagar). Serikat itu dijadikan basis untuk memperbaiki perekonomian rakyat. Dengan adanya Nahdlatul Tujjar itu, maka Taswirul Afkar, selain tampil sebagi kelompok studi juga menjadi lembaga pendidikan yang berkembang sangat pesat dan memiliki cabang di beberapa kota.

Ketika Raja Ibnu Saud hendak menerapkan asas tunggal yakni mazhab wahabi di Mekah, serta hendak menghancurkan semua peninggalan sejarah Islam maupun pra-Islam, yang selama ini banyak diziarahi karena dianggap bi'dah. Gagasan kaum wahabi tersebut mendapat sambutan hangat dari kaum modernis di Indonesia, baik kalangan Muhammadiyah di bawah pimpinan Ahmad Dahlan, maupun PSII di bahwah pimpinan H.O.S. Tjokroaminoto. Sebaliknya, kalangan pesantren yang selama ini membela keberagaman, menolak pembatasan bermadzhab dan penghancuran warisan peradaban tersebut.

Sikapnya yang berbeda, kalangan pesantren dikeluarkan dari anggota Kongres Al Islam di Yogyakarta 1925, akibatnya kalangan pesantren juga tidak dilibatkan sebagai delegasi dalam Mu'tamar 'Alam Islami (Kongres Islam Internasional) di Mekah yang akan mengesahkan keputusan tersebut.

Didorong oleh minatnya yang gigih untuk menciptakan kebebsan bermadzhab serta peduli terhadap pelestarian warisan peradaban, maka kalangan pesantren terpaksa membuat delegasi sendiri yang dinamai dengan Komite Hejaz, yang diketuai oleh KH. Wahab Hasbullah.

Atas desakan kalangan pesantren yang terhimpun dalam Komite Hejaz, dan tantangan dari segala penjuru umat Islam di dunia, Raja Ibnu Saud mengurungkan niatnya. Hasilnya hingga saat ini di Mekah bebas dilaksanakan ibadah sesuai dengan madzhab mereka masing-masing. Itulah peran internasional kalangan pesantren pertama, yang berhasil memperjuangkan kebebasan bermadzhab dan berhasil menyelamatkan peninggalan sejarah serta peradaban yang sangat berharga.

Berangkat dari komite dan berbagai organisasi yang bersifat embrional dan ad hoc, maka setelah itu dirasa perlu untuk membentuk organisasi yang lebih mencakup dan lebih sistematis, untuk mengantisipasi perkembangan zaman. Maka setelah berkordinasi dengan berbagai kiai, akhirnya muncul kesepakatan untuk membentuk organisasi yang bernama Nahdlatul Ulama (Kebangkitan Ulama) pada 16 Rajab 1344 H (13 Januari 1926). Organisasi ini dipimpin oleh KH. Hasyim Asy'ari sebagi Rais Akbar.

Untuk menegaskan prisip dasar orgasnisai ini, maka KH. Hasyim Asy'ari merumuskan Kitab Qanun Asasi (prinsip dasar), kemudian juga merumuskan kitab I'tiqad Ahlussunnah Wal Jamaah. Kedua kitab tersebut kemudian diejawantahkan dalam Khittah NU , yang dijadikan dasar dan rujukan warga NU dalam berpikir dan bertindak dalam bidang sosial, keagamaan dan politik.

Paham Keagamaan

Nahdlatul Ulama (NU) menganut paham Ahlussunah Wal Jama'ah, sebuah pola piker yang mengambil jalan tengah antara ekstrim aqli (rasionalis) dengan kaum ekstrim naqli (skripturalis). Karena itu sumber pemikiran bagi NU tidak hanya Al-Qur'an, Sunnah, tetapi juga menggunakan kemampuan akal ditambah dengan realitas empirik. Cara berpikir semacam itu dirujuk dari pemikir terdahulu, seperti Abu Hasan Al-Asy'ari dan Abu Mansur Al-Maturidi dalam bidang teologi. Kemudian dalam bidang fikih mengikuti empat madzhab; Hanafi, Maliki, Syafi'i, dan Hanbali. Sementara dalam bidang tasawuf, mengembangkan metode Al-Ghazali dan Junaid Al-Baghdadi, yang mengintegrasikan antara tasawuf dengan syariat.

Gagasan kembali ke khittah pada tahun 1985, merupakan momentum penting untuk menafsirkan kembali ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah, serta merumuskan kembali metode berpikir, baik dalam bidang fikih maupun sosial. Serta merumuskan kembali hubungan NU dengan negara. Gerakan tersebut berhasil membangkitkan kembali gairah pemikiran dan dinamika sosial dalam NU.

Sikap Kemasyarakatan Nahdlatul Ulama

Nahdlatul Ulama (NU) menganut paham Ahlussunah Wal Jama'ah, sebuah pola piker yang mengambil jalan tengah antara ekstrim aqli (rasionalis) dengan kaum ekstrim naqli (skripturalis). Karena itu sumber pemikiran bagi NU tidak hanya Al-Qur'an, Sunnah, tetapi juga menggunakan kemampuan akal ditambah dengan realitas empirik. Cara berpikir semacam itu dirujuk dari pemikir terdahulu, seperti Abu Hasan Al-Asy'ari dan Abu Mansur Al-Maturidi dalam bidang teologi. Kemudian dalam bidang fikih mengikuti empat Madzhab Hanafi, Maliki, Syafi'i, dan Hanbali. Sementara dalam bidang tasawuf, mengembangkan metode Al-Ghazali dan Junaid Al-Baghdadi, yang mengintegrasikan antara tasawuf dengan syariat.

Gagasan kembali ke Khittah pada tahun 1985, merupakan momentum penting untuk menafsirkan kembali ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah, serta merumuskan kembali metode berpikir, baik dalam bidang fikih maupun sosial. Serta merumuskan kembali hubungan NU dengan negara. Gerakan tersebut berhasil membangkitkan kembali gairah pemikiran dan dinamika sosial dalam NU.

Basis Pendukung

Jumlah warga Nahdlatul Ulama (NU) atau basis pendukungnya diperkirakan mencapai lebih dari 40 juta orang, dari beragam profesi. Sebagian besar dari mereka adalah rakyat jelata, baik di kota maupun di desa. Mereka memiliki kohesifitas yang tinggi karena secara sosial-ekonomi memiliki masalah yang sama, selain itu mereka juga sangat menjiwai ajaran Ahlusunnah Wal Jamaah. Pada umumnya mereka memiliki ikatan cukup kuat dengan dunia pesantren yang merupakan pusat pendidikan rakyat dan cagar budaya NU.

Basis pendukung NU ini mengalami pergeseran, sejalan dengan pembangunan dan perkembangan industrialisasi. Warga NU di desa banyak yang bermigrasi ke kota memasuki sektor industri. Jika selama ini basis NU lebih kuat di sektor pertanian di pedesaan, maka saat ini, pada sektor perburuhan di perkotaan, juga cukup dominan. Demikian juga dengan terbukanya sistem pendidikan, basis intelektual dalam NU juga semakin meluas, sejalan dengan cepatnya mobilitas sosial yang terjadi selama ini.

Dinamika Nahdlatul Ulama

Prinsip-prinsip dasar yang dicanangkan Nahdlatul Ulama (NU) telah diterjemahkan dalam perilaku kongkrit. NU banyak mengambil kepeloporan dalam sejarah bangsa Indonesia. Hal itu menunjukkan bahwa organisasi ini hidup secara dinamis dan responsif terhadap perkembangan zaman. Prestasi NU antara lain:
(1) Menghidupkan kembali gerakan pribumisasi Islam, sebagaimana diwariskan oleh para walisongo dan pendahulunya.
(2) Mempelopori perjuangan kebebasan bermadzhab di Mekah, sehingga umat Islam sedunia bisa menjalankan ibadah sesuai dengan madzhab masing-masing.
(3) Mempelopori berdirinya Majlis Islami A'la Indonesia (MIAI) tahun 1937, yang kemudian ikut memperjuangkan tuntutan Indonesia berparlemen.
(4) Memobilisasi perlawanan fisik terhadap kekuatan imperialis melalui Resolusi Jihad yang dikeluarkan pada tanggal 22 Oktober 1945.
(5) Berubah menjadi partai politik, yang pada Pemilu 1955 berhasil menempati urutan ketiga dalam peroleh suara secara nasional.
(6) Memprakarsai penyelenggaraan Konferensi Islam Asia Afrika (KIAA) 1965 yang diikuti oleh perwakilan dari 37 negara.
(7) Memperlopori gerakan Islam kultural dan penguatan civil society di Indonesia sepanjang dekade 90-an.

Tujuan Organisasi Nahdlatul Ulama

Menegakkan ajaran Islam menurut paham Ahlussunnah Wal Jama'ah di tengah-tengah kehidupan masyarakat, di dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

Usaha Organisasi
(1) Di bidang agama, melaksanakan dakwah Islamiyah dan meningkatkan rasa persaudaraan yang berpijak pada semangat persatuan dalam perbedaan.
(2) Di bidang pendidikan, menyelenggarakan pendidikan yang sesuai dengan nilai-nilai Islam, untuk membentuk muslim yang bertakwa, berbudi luhur, berpengetahuan luas.
(3) Di bidang sosial-budaya, mengusahakan kesejahteraan rakyat serta kebudayaan yang sesuai dengan nilai ke-Islaman dan kemanusiaan.
(4) Di bidang ekonomi, mengusahakan pemerataan kesempatan untuk menikmati hasil pembangunan, dengan mengutamakan berkembangnya ekonomi rakyat.
(5) Mengembangkan usaha lain yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Struktur Kepengurusan Nahdlatul Ulama
  1. Pengurus Besar (tingkat Pusat)
  2. Pengurus Wilayah (tingkat Propinsi)
  3. Pengurus Cabang (tingkat Kabupaten/Kota)
  4. Majelis Wakil Cabang (tingkat Kecamatan)
  5. Pengurus Ranting (tingkat Desa/Kelurahan)
Untuk tingkat Pusat, Wilayah, Cabang, dan Majelis Wakil Cabang, setiap kepengurusan terdiri dari:
  1. Mustasyar (Penasehat)
  2. Syuriah (Pimpinan Tertinggi)
  3. Tanfidziyah (Pelaksana Harian)
Untuk tingkat Ranting, setiap kepengurusan terdiri dari:
  1. Syuriaah (Pimpinan tertinggi)
  2. Tanfidziyah (Pelaksana harian)
Demikian sedikit tulisan tentang Sejarah Singkat Nahdlatul Ulama yang bisa admin bagikan. Semoga bermanfaat.