WHAT'S NEW?
Loading...

Selidiki Dulu Baru Komentar

Malam ini saat tangan ku sedang asyik dengan keyboard mengetik sebuah  tulisan yang entah apa isinya, datang seorang teman memberitahu diriku perihal seorang anak yang masuk ke pondok dan sedang berada di tempat jemuran.

“Kang kae nang pemean ana bocah seng nguyaki alfin, cah pagedongan. Kon lunga bae wong alfin ra nang pondok terus siki wes wengi,” temanku bicara dari arah pintu mendekatiku.

 Seketika itu, pikiranku tak karuan berpikir ini dan itu dan hampir saja emosiku meledak. “Sampean si sapa?” tanyaku saat berada di tempat jemuran sambil memegang pundak  anak dari pagedongan tersebut. “Ku kancane alfin, kon nguyak wong alfin wes rong dine ra bali-bali. Mae ngasi nangis-nangis”, jawabnya.

Mendengar jawaban itu aku berpikir tentang betapa pentingnya sebuah tabayun. Meneliti sebuah permasalah terlebih dahulu sebelum menyimpulkan bahwa orang lain itu bersalah.  Caranya adalah dengan membuktikan bahwa kabar yang diberikan kepada kita adalah sebuah kebenaran, karena terkadang kabar yang datangnya dari orang lain tanpa kita tahu permasalahnnya  akan menjadiakn kita berpikir negative. Oleh karenanya sebelum menentukan bahwa ini benar dan ini salah maka teliti dan selidikilah masalah tersebut. 

0 comments:

Post a Comment